Kamis, 10 Desember 2015

DINAMIKA POPULASI

    

         

BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
            Ekologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan makluk hidup dan lingkungannya. Bumi memiliki banyak sekali jenis-jenis mahkluk hidup, mulai dari tumbuhan dan binatang yang sangat kompleks hingga organisme yang sederhana seperti jamur, amuba dan bakteri. Meskipun demikian semua mahkluk hidup tanpa kecuali, tidak bisa hidup sendirian.
            Mempelajari ekologi sangat penting, karena masa depan kita sangat tergantung pada hubungan ekologi di seluruh dunia. Meskipun perubahan terjadi di tempat lain di bumi ini, namun akibatnya akan kita rasakan pada lingkungan di sekitar kita. Meskipun ekologi adalah cabang dari biologi, namun seorang ahli ekologi harus menguasai ilmu lain seperti kimia, fisika, dan ilmu komputer. Ekologi juga berhubungan dengan bidang ilmu-ilmu tertentu seperti geologi, meteorologi, dan oseanografi, guna mempelajari lingkungan dan hubungannya antara tanah, air, dan udara.
Ekologi berkaitan dengan berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan kehidupan (peradaban) manusia, seorang yang belajar ekologi sebenarnya bertanya tentang berbagai hal berikut : bagaimana alam bekerja, bagaimana proses adaptasi dapat berlangsung, apa yang diperlukan oelh organisme dan apa pula yang dihasilkannya, bagaimana mereka berinteraksi dengan spesies lainnya, dan bagaimana individu-individu dalam spesies diatur sebagai populasi serta bagaimana pula eksotisme yang dimuculkan.

1.2 Tujuan Makalah
            Tujuan penulisan makalah ini adalah, untuk mengetahui dan memahami tentang:
1.      Struktur dan Dinamika Populasi
2.      Keberlangsungan hidup
3.      Populasi manusia
BAB II
STRUKTUR DAN DINAMIKA POPULASI

2.1 Pengertian  populasi
         Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang berada pada lingkungan tertentu dan pada waktu tertentu. Populasi merupakan satuan ekologi yang ditentukan secara arbiter dan dibatasi secara fisik oleh beberapa keadaan lingkungan yang kriterianya ditentukan oleh ahli ekologi atau peneliti yang bersangkutan. Ukuran populasi sering dinyatakan dalam kerapatan yang sangat
 sering menggunakan N untuk simbol kerapatan populasi.
         Pertumbuhan populasi merupakan proses sentral di dalam ekologi. Karena tidak ada populasi yang tumbuh secara terus menerus maka kita mengetrahui adanya pengaturan populasi. Interaksi spesies seperti predator, kompetisi, herbivory dan penyakit berdampak terhadap pertumbuhan, dan pertumbuhan populasi menghasilkan perubahan dalam struktur komunitas. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana suatu populasi tumbuh.

A. Dinamika Populasi
            Dinamika Populasi ialah :Perubahan ukuran yang terjadi pada suatu populasi  dalam suatu habitat pada setiap waktu tertentu.
Perubahan-perubahan anggota populasi ini sangat penting diketahui oleh pengelola agar dapat mengaturnya untuk memperoleh suatu jumlah yang optimum sesuai dengan daya dukungnya.
Perubahan-perubahan anggota populasi terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
1.      Perubahan ukuran populasi yang tidak beraturan menurut skala waktunya, yang disebut dengan fluktuasi.
2.      Perubahan ukuran populasi yang beraturan dan tetap skala waktunya yang disebut dengan siklis.



Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan secara fluktuasi, diantaranya yaitu 
1.      Perubahan cuaca,
2.      Perubahan ketersediaan makanan
3.      Faktor pemburuan.
Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan populasi secara siklis, diantaranya :
1.      Interaksi,
2.      Stress,
3.      Makanan
4.      Genetik.
          Semua faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap kelahiran, kematian dan migrasi. Sebenarnya agak sulit untuk membedakan secara pasti pengaruh yang diakibatkan oleh faktor-faktor yang menyebabkan perubahan populasi dalam kategori siklis tersebut, bahkan semuanya bekerja secara bersamaan.
          Populasi memiliki sifat-sifat (karakteristik) yang dapat diukur secara statistik dan bukan sifat daripada individu-individu penyusunnya, di antara sifat-sifat tersebut adalah :
a.  Densitas (kepadatan/ kerapatan),
b. Natalitas dan mortalitas,
c.  Distribusi umur,
d. Potensi biotic,
e.  Penyebaran dan bentuk pertumbuhan.

1. Densitas (Kepadatan)
          Densitas atau kepadatan adalah ukuran besarnya populasi dalam satuan ruang atau volume, yang pada umumnya ukuran besarnya populasi digambarkan dengan cacah individu, atau biomasa   populasi per satuan ruang atau volume.
Cara mengukur kepadatan populasi
1.      Menghitung langsung
2.      Tekniksampling (petak contoh)
3.      Indikator tidak langsung (feses, sarang, jejak, dll)
Densitas ( Kepadatan)





Rounded Rectangle: Kemampuan adaptasi
Menentukan ukuran populasi
Oval: Dinamika
Populasi

 
                                                                   
                                                                                                        
                                                                                            Ukuran Populasi (N)
                                                                                          Berubah menurut waktu
           
          Faktor – factor yang mempengaruhi ukuran populasi
Pertumbuhan Populasi Nol, ΔN = 0
2.Natalitas (Angka Kelahiran)
          Natalias adalah produksi individu-individu baru di dalam populasi melalui kelahiran, germinasi/pembelahan sel..
Natalitas merupakan kemampuan populasi untuk tumbuh.
Laju natalitas, laju kelahiran/birth rate pada demografi dipeoroleh dengan kelahiran, memetas, berkecambah, pembelahan dan sebagainya.
Natalitas ekologik atau natalitas sebenarnya atau biasa disebut Natalitas  adalah :
Kenaikan populasi dalam keadaan sebenarnya. Harganya tidak tetap tergantung keadaan lingkungan.

                                                Nn
            Natalitas Absolut =                             Nn =  Ʃ Individu baru
                                                  t                     Δt  =  waktu tertentu

                                      Nn
 Natalitas Spesifik  =              
                                                  N.Δt
Harga laju Natalitas selalu > 0  dan tidak pernah negative.Sedangkan N dapat positif maupun negative karena melibatkan natalitas, mortalitas, migrasi dan lainsebagainya.
3.Mortalitas (Angka Kematian )
          Mortalitas adalah jumlah individu dalam populasi yang mati selama periode  waktu tertentu.
Laju Mortalitas  ialah laju kematian dalam demografi ialah: Jumlah individu yang mati suatu waktu tertentu ( kematian per waktu).
1. Mortalitas Ekologik (nyata/realita) yaitu: Jumlah individu yang mati dalam keadaan lingkungan  normal  pada waktu tertentu.
2. Mortalitas minimum (teoritis) yaitu: Jumlah kehingan individu pada suatu populasi dalam keadaan lingkungan yang ideal.

             
4.Struktur umur
Struktur umur adalah sifat populasi yang penting mempengaruhi baik natalitas maupun mortalitas. Mortalitas biasanya berbeda menurut umur dan kemampuan berkembangbiak  terbatas pada kelompok umur tertentu.
5. Potensi biotik
            Potensi biotic adalah potensi mengenai jumlah populasi dalam suatu wilayah/ekosistem yang dipengaruhi faktor hidup, meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun hewan.
6. Penyebaran/perpindahan populasi
Penyebaran atau perpindahan yaitu pergerakan individu-individu atau alat-alat pembiakannya masuk atau keluar suatu populasi atau daerah populasi, turut mempengaruhi bentuk pertumbuhan serta kepadatan populasi bersangkutan bersama-sama dengan natalitas dan mortalitas. Ada tiga penyebaran/perpindahan populasi yaitu (1) emigrasi yaitu pergerakan keluar, (2) imigrasi  pergerakan ke dalam dan yang (3) migrasi yaitu pergi (keluar) dan kembali (masuk secara periodic).
B. Pertumbuhan Populasi
           Pertumbuhan populasi ditandai dengan adanya perubahan jumlah populasi disetiap waktu. Perubahan ini biasanya dipengaruhi oleh jumlah kelahiran, kematian dan migrasi. Terdapat beberapa model pertumbuhan, namun yang akan dibahas adalah model pertumbuhan kontinu dan model matriks.
1. Model Kontinu atau Continuous Time
               Model Kontinu atau Continuous Time adalah model yang digunakan untuk menentukan jumlah tumbuhan yang ada dalam beberapa waktu mendatang. Pada model ini individu berkembang tidak dibatasi oleh lingkungan seperti kompetisi dan keterbatasan akan suplai makanan. Laju perubahan populasi dapat dihitung jika banyaknya kelahiran, kematian dan migrasi diketahui. Prediksi bahwa jumlah populasi akan tumbuh secara kontinu pertama kali dicetuskan oleh Malthus (1798). Dinamika populasi dapat di aproksimasi dengan model ini hanya untuk periode waktu yang pendek saja.
Model Kontinu dapat diakumulasikan menggunakan persamaan :
                      Nt + Dt = Nt + B + I – D - E
          Nt            : jumlah populasi tumbuhan yang ada dalam waktu t.
           B              : jumlah kelahiran per satuan waktu
           I               : jumlah kedatangan per satuan waktu
          D              : jumlah kematian persatuan waktu
          E               : jumlah populasi yang keluar per satuan waktu.
          Nt + Dt     : jumlah populasi pada waktu t+Dt.
 2. Model Matriks
Model matriks adalah suatu model yang mengizinkan penentuan pertumbuhan populasi dalam tumbuhan dengan perhitungan periode waktu tegas dan fase yang dapat ditentukan dari searah hidup tumbuhan.
  1. Matriks yang terdiri dari kolom tunggal diacu sebagai matriks kolom.                                                                                                             Kita dapat membuat matriks kolom yang memperlihatkan jumlah individu dan tiap stadia perkembangan. Misalnya biji (N), dalam bank biji. Jimlah tumbuhan dalam bnetuk roset (N) dan jumlah tumbuhan dalam fase berbunga ( N+ ).
       2. Matriks Transisi

           Suatu matriks transisi untuk tiga stadia pertumbuhan adalah bentuk segi
           empat dan terdiri atas group nilai probabilitas yang menyajikan perubahan
            dimana tambuhan dalam stadia perkembangang tertentu akan sampai
            stadium perkembangan yang berbeda (atau tetap tinggal sama) selama
            waktu antara tanggal sensus populasi.

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan Populasi               
   a. Daya dukung (Carrying Capasity)      
       Dengan adanya berbagai pembatasan yang ada, kita dapat memperkirakan

     bahwa lingkungan mempunyai daya dukung, yaitu jumlah individual spesies
     yang dapat ditunjang oleh lingkungan. Daya dukung dapat ditentukan tidak
     hanya oleh jumlah individu dalam populasi,tetapi juga oleh ukuran dan laju
     pertumbuhan individu dalam populasi.
Teori demografi klasik memakai umur sebagai dasar untuk perkiraan
 kesuburan dan survivorship, namun umur tidak dapat menjadi indicator
 status reproduktif
 Dalam tumbuhan. ada 2 alasan pokok untuk ini, yaitu :
      -  Ukuran tidak perlu berkolerasi dengan umur
      -  Banyak tumbuhan akan berbunga bila mereka mencapai ukuran
         tertentu tanpa memandang umurnya.
Daya Dukung (carrying capasity) Lingkungan



Rounded Rectangle: Daya dukung lingkungan: jumlah individu suatu opulasi yangpopulasiyang dapat didukung olehhabitat
 




              



Rounded Rectangle: dNdt=rN(K -N)K
 




                   Nilai K dalam grafik sekitar 1.6 juta
                   K =daya dukung lingkungan
b. Peraturan Populasi Dependen Densitas
            Peraturan populsi dependen densitas ialah: jumlah individu per satuan area tertentu yang keberadaannya dipengaruhi oleh keadaan2 yang mempengaruhinya
c. Populasi Dependen Lebat.
            Populasi dependen lebat ialah: Populasi dependen lebat adalah ukuran populasi yang selalu bertambah seperti yang diramal oleh kebanyakan model pertumbuhan populasi, populasi ini bergantung pada dependen densitas yang berubah dalam survival atau laju produksi karena jumlah populasi menjadi lebih besar. Kita tahu bahwa hukum Yield konstan di mana tumbuhan bertanggap terhadap kelebatan tidak hanya oleh densitas tetapi juga terhadap individu. Hal ini lebih akurat untuk mengatakan bahwa populasi tumbuhan lebih bersifat dependen lebat daripada dependen densitas.d. Stadia VS Umur
d.Teori demografi klasik
Teori Demografi Klasik memakai umur sebagai dasar untuk perkiraan kesuburan dan survivorship, namun umur tidak dapat menjadi indicator  status reproduktif
Dalam tumbuhan. ada 2 alasan pokok untuk ini, yaitu :
 -  Ukuran tidak perlu berkolerasi dengan umur
 -  Banyak tumbuhan akan berbunga bila mereka mencapai ukuran  tertentu tanpa
    memandang umurnya
e. Tabel Hidup
Ada dua macam tabel hidup tergantung lama hidup individu dalam populasi :
1.      Suatu tabel dinamis. Digunakan pengamat untuk mengikuti pertumbuhan perkecambahan pada waktu tertentu sampai semua individu mati
2.      Tabel hidup statis. Tabel yang mengukur struktur umur suatu populasi untuk memperkirakan pola survival berbagai grup umur pada suatu populasi.
a.       Tipe 1: kurva survivorship adalah karakteristik organisme dengan mortalitas rendah dalam stadia muda dan mortalitas cepat dalam umur tua.
b.      Tipe 2 : garis lurus, dimana probabilitas kematian pada pokoknya sama pada sembarang umur.
c.       Tipe 3 : tipikal organisme yang mempunyai laju mortalitas muda tinggi.
f. Fekunditas
              Biasa juga disebut umur spesifik laju kelahiran individu atau natalitas yang diukur dengan menghitung jumlah total biji yang dihasilkan selama tiap interval umur dan dibagi dengan jumlah individu yang hidup.
Pertumbuhan populasi merupakan proses sentral di dalam ekologi. Karena tidak ada populasi yang tumbuh secara terus menerus maka kita mengetrahui adanya pengaturan populasi. Interaksi spesies seperti predator, kompetisi, herbivory dan penyakit berdampak terhadap pertumbuhan, dan pertumbuhan populasi menghasilkan perubahan dalam struktur komunitas. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana suatu populasi tumbuh.
            Populasi memiliki sifat-sifat (karakteristik) yang dapat diukur secara statistik dan bukan sifat daripada individu-individu penyusunnya, di antara sifat-sifat tersebut adalah kepadatan, natalitas dan mortalitas, distribusi umur, potensi biotic, penyebaran dan bentuk pertumbuhan.


















BAB III
KESIMPULAN
 Populasi merupakan proses sentral di dalam ekologi. Karena tidak ada populasi yang tumbuh secara terus menerus maka kita mengetrahui adanya pengaturan populasi. Interaksi spesies seperti predator, kompetisi, herbivory dan penyakit berdampak terhadap pertumbuhan, dan pertumbuhan populasi menghasilkan perubahan dalam struktur komunitas. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana suatu populasi tumbuh.
             Populasi memiliki sifat-sifat (karakteristik) yang dapat diukur secara statistik dan bukan sifat daripada individu-individu penyusunnya, di antara sifat-sifat tersebut adalah kepadatan, natalitas dan mortalitas, distribusi umur, potensi biotic, penyebaran dan bentuk pertumbuhan.












DAFTAR PUSTAKA

Suwasono Heddy,Metty Kurniati,1996,Prinsip-prinsip Dasar Ekologi,PT Raja 
         Grafindo Persada, Jakarta Utara.
Anugerah Nontji,1993” Laut Nusantara” Djambatan, Jakarta
Eugene P Odum, 1996 ” Dsar-Dasar Ekologi” Gadjah Mada University Press,
         Jogyakarta
Rifqi, MA. Ekologi Dasar; Keterbatasan, Komunitas, Nich, dan Suksesi. /journal
          Seri_Ekologi. Tanggal Akses 09 April 2009.
































Lumowa, sonja V.T. 2012 . Bahan Ajar Botani Tingkat Tinggi. Universitas    mulawarman:samarinda
Djara Dedhy, 2011. Makalah Ekologi Tumbuhan.
Rcklefs Robert,Miller Gary L.1999:ECOLOGY,Fourth Edition
Robert W,Hegner Ph.D,Sc.D, Karl A.Stiles,M,S,Ph.D 1998:COLLEGE
           ZOOLOGY.



















Kesimpulan

























 DAFTAR PUSTAKA   

1 komentar: