BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Ekologi adalah
cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan makluk hidup dan
lingkungannya. Bumi memiliki banyak sekali jenis-jenis mahkluk hidup, mulai
dari tumbuhan dan binatang yang sangat kompleks hingga organisme yang sederhana
seperti jamur, amuba dan bakteri. Meskipun demikian semua mahkluk hidup tanpa
kecuali, tidak bisa hidup sendirian.
Mempelajari ekologi
sangat penting, karena masa depan kita sangat tergantung pada hubungan ekologi
di seluruh dunia. Meskipun perubahan terjadi di tempat lain di bumi ini, namun
akibatnya akan kita rasakan pada lingkungan di sekitar kita. Meskipun ekologi
adalah cabang dari biologi, namun seorang ahli ekologi harus menguasai ilmu
lain seperti kimia, fisika, dan ilmu komputer. Ekologi juga berhubungan dengan
bidang ilmu-ilmu tertentu seperti geologi, meteorologi, dan oseanografi, guna
mempelajari lingkungan dan hubungannya antara tanah, air, dan udara.
Ekologi berkaitan dengan berbagai ilmu pengetahuan yang
relevan dengan kehidupan (peradaban) manusia, seorang yang belajar ekologi
sebenarnya bertanya tentang berbagai hal berikut : bagaimana alam bekerja,
bagaimana proses adaptasi dapat berlangsung, apa yang diperlukan oelh organisme
dan apa pula yang dihasilkannya, bagaimana mereka berinteraksi dengan spesies
lainnya, dan bagaimana individu-individu dalam spesies diatur sebagai populasi
serta bagaimana pula eksotisme yang dimuculkan.
1.2 Tujuan Makalah
Tujuan
penulisan makalah ini adalah, untuk mengetahui dan memahami tentang:
1. Struktur
dan Dinamika Populasi
2. Keberlangsungan
hidup
3. Populasi
manusia
BAB
II
STRUKTUR
DAN DINAMIKA POPULASI
2.1 Pengertian populasi
Populasi adalah
kumpulan individu sejenis yang berada pada lingkungan tertentu dan pada waktu
tertentu. Populasi merupakan satuan ekologi yang ditentukan secara arbiter dan
dibatasi secara fisik oleh beberapa keadaan lingkungan yang kriterianya
ditentukan oleh ahli ekologi atau peneliti yang bersangkutan. Ukuran populasi
sering dinyatakan dalam kerapatan yang sangat
sering menggunakan N untuk simbol kerapatan
populasi.
Pertumbuhan populasi merupakan proses sentral di dalam ekologi. Karena
tidak ada populasi yang tumbuh secara terus menerus maka kita mengetrahui
adanya pengaturan populasi. Interaksi spesies seperti predator, kompetisi,
herbivory dan penyakit berdampak terhadap pertumbuhan, dan pertumbuhan populasi
menghasilkan perubahan dalam struktur komunitas. Oleh karena itu sangat penting
untuk mengetahui bagaimana suatu populasi tumbuh.
A. Dinamika Populasi
Dinamika Populasi
ialah :Perubahan ukuran yang terjadi pada suatu populasi dalam suatu habitat pada setiap waktu
tertentu.
Perubahan-perubahan anggota populasi ini sangat penting diketahui
oleh pengelola agar dapat mengaturnya untuk memperoleh suatu jumlah yang
optimum sesuai dengan daya dukungnya.
Perubahan-perubahan anggota populasi terbagi menjadi dua bagian,
yaitu:
1.
Perubahan ukuran populasi yang
tidak beraturan menurut skala waktunya, yang disebut dengan fluktuasi.
2.
Perubahan ukuran populasi yang
beraturan dan tetap skala waktunya yang disebut dengan siklis.
Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan secara fluktuasi,
diantaranya yaitu
1.
Perubahan cuaca,
2.
Perubahan ketersediaan makanan
3.
Faktor pemburuan.
Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan populasi secara
siklis, diantaranya :
1.
Interaksi,
2.
Stress,
3.
Makanan
4.
Genetik.
Semua
faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap kelahiran, kematian dan
migrasi. Sebenarnya agak sulit untuk membedakan secara pasti pengaruh yang
diakibatkan oleh faktor-faktor yang menyebabkan perubahan populasi dalam
kategori siklis tersebut, bahkan semuanya bekerja secara bersamaan.
Populasi
memiliki sifat-sifat (karakteristik) yang dapat diukur secara statistik dan
bukan sifat daripada individu-individu penyusunnya, di antara sifat-sifat
tersebut adalah :
a.
Densitas (kepadatan/
kerapatan),
b.
Natalitas dan mortalitas,
c.
Distribusi umur,
d.
Potensi biotic,
e.
Penyebaran dan bentuk
pertumbuhan.
1. Densitas (Kepadatan)
Densitas
atau kepadatan adalah ukuran besarnya populasi dalam satuan ruang atau volume,
yang pada umumnya ukuran besarnya populasi digambarkan dengan cacah individu,
atau biomasa populasi per satuan ruang atau volume.
Cara mengukur kepadatan populasi
1.
Menghitung langsung
2.
Tekniksampling (petak contoh)
3.
Indikator tidak langsung
(feses, sarang, jejak, dll)
Densitas ( Kepadatan)
![]() |
![]() |
||
Ukuran Populasi (N)
Berubah menurut waktu
Faktor – factor yang mempengaruhi ukuran
populasi

Pertumbuhan Populasi Nol, ΔN = 0
2.Natalitas (Angka Kelahiran)
Natalias
adalah produksi individu-individu baru di dalam populasi melalui kelahiran,
germinasi/pembelahan sel..
Natalitas merupakan kemampuan populasi untuk tumbuh.
Laju natalitas, laju kelahiran/birth rate pada demografi dipeoroleh
dengan kelahiran, memetas, berkecambah, pembelahan dan sebagainya.
Natalitas ekologik atau natalitas sebenarnya atau biasa disebut Natalitas
adalah :
Kenaikan populasi dalam keadaan sebenarnya. Harganya tidak tetap
tergantung keadaan lingkungan.
Nn
t Δt =
waktu tertentu
Nn
N.Δt
Harga laju Natalitas selalu > 0 dan tidak pernah negative.Sedangkan N dapat
positif maupun negative karena melibatkan natalitas, mortalitas, migrasi dan
lainsebagainya.
3.Mortalitas (Angka Kematian )
Mortalitas
adalah jumlah individu dalam populasi yang mati selama periode waktu tertentu.
Laju Mortalitas ialah laju kematian dalam demografi ialah:
Jumlah individu yang mati suatu waktu tertentu ( kematian per waktu).
1.
Mortalitas Ekologik (nyata/realita)
yaitu: Jumlah individu yang mati dalam keadaan lingkungan normal pada waktu tertentu.
2.
Mortalitas minimum (teoritis)
yaitu: Jumlah kehingan individu pada suatu populasi dalam keadaan lingkungan
yang ideal.

4.Struktur umur
Struktur umur adalah sifat populasi yang penting
mempengaruhi baik natalitas maupun mortalitas. Mortalitas biasanya berbeda
menurut umur dan kemampuan berkembangbiak terbatas pada kelompok umur tertentu.
5. Potensi biotik
Potensi biotic adalah
potensi mengenai jumlah populasi dalam suatu wilayah/ekosistem yang dipengaruhi
faktor hidup, meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun hewan.
6. Penyebaran/perpindahan populasi
Penyebaran atau perpindahan yaitu pergerakan
individu-individu atau alat-alat pembiakannya masuk atau keluar suatu populasi
atau daerah populasi, turut mempengaruhi bentuk pertumbuhan serta kepadatan
populasi bersangkutan bersama-sama dengan natalitas dan mortalitas. Ada tiga
penyebaran/perpindahan populasi yaitu (1) emigrasi yaitu pergerakan keluar, (2)
imigrasi pergerakan ke dalam dan yang
(3) migrasi yaitu pergi (keluar) dan kembali (masuk secara periodic).
B. Pertumbuhan Populasi
Pertumbuhan
populasi ditandai dengan adanya perubahan jumlah populasi disetiap waktu.
Perubahan ini biasanya dipengaruhi oleh jumlah kelahiran, kematian dan migrasi.
Terdapat beberapa model pertumbuhan, namun yang akan dibahas adalah model
pertumbuhan kontinu dan model matriks.
1. Model Kontinu atau Continuous Time
Model Kontinu atau Continuous
Time adalah model yang digunakan untuk menentukan jumlah tumbuhan yang ada
dalam beberapa waktu mendatang. Pada model ini individu berkembang tidak
dibatasi oleh lingkungan seperti kompetisi dan keterbatasan akan suplai
makanan. Laju perubahan populasi dapat dihitung jika banyaknya kelahiran,
kematian dan migrasi diketahui. Prediksi bahwa jumlah populasi akan tumbuh
secara kontinu pertama kali dicetuskan oleh Malthus (1798). Dinamika populasi
dapat di aproksimasi dengan model ini hanya untuk periode waktu yang pendek
saja.
Model Kontinu
dapat diakumulasikan menggunakan persamaan :
Nt + Dt = Nt + B + I – D - E
Nt + Dt = Nt + B + I – D - E
Nt
: jumlah populasi tumbuhan yang ada
dalam waktu t.
B : jumlah kelahiran per satuan waktu
I : jumlah kedatangan per satuan waktu
D : jumlah kematian persatuan waktu
E : jumlah populasi yang keluar per satuan waktu.
Nt + Dt : jumlah populasi pada waktu t+Dt.
B : jumlah kelahiran per satuan waktu
I : jumlah kedatangan per satuan waktu
D : jumlah kematian persatuan waktu
E : jumlah populasi yang keluar per satuan waktu.
Nt + Dt : jumlah populasi pada waktu t+Dt.
2.
Model Matriks
Model matriks adalah suatu model yang mengizinkan penentuan pertumbuhan populasi dalam tumbuhan dengan perhitungan periode waktu tegas dan fase yang dapat ditentukan dari searah hidup tumbuhan.
Model matriks adalah suatu model yang mengizinkan penentuan pertumbuhan populasi dalam tumbuhan dengan perhitungan periode waktu tegas dan fase yang dapat ditentukan dari searah hidup tumbuhan.
- Matriks yang terdiri dari kolom tunggal diacu sebagai matriks kolom. Kita dapat membuat matriks kolom yang memperlihatkan jumlah individu dan tiap stadia perkembangan. Misalnya biji (N), dalam bank biji. Jimlah tumbuhan dalam bnetuk roset (N) dan jumlah tumbuhan dalam fase berbunga ( N+ ).
2. Matriks Transisi
Suatu
matriks transisi untuk tiga stadia pertumbuhan adalah bentuk segi
empat dan terdiri atas group nilai
probabilitas yang menyajikan perubahan
dimana tambuhan dalam stadia perkembangang
tertentu akan sampai
stadium perkembangan yang berbeda (atau tetap
tinggal sama) selama
waktu
antara tanggal sensus populasi.
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan Populasi
a. Daya dukung (Carrying Capasity)
Dengan adanya berbagai pembatasan yang ada, kita dapat memperkirakan
bahwa lingkungan mempunyai daya dukung,
yaitu jumlah individual spesies
yang dapat ditunjang oleh
lingkungan. Daya dukung dapat ditentukan tidak
hanya oleh jumlah individu dalam
populasi,tetapi juga oleh ukuran dan laju
pertumbuhan
individu dalam populasi.
Teori demografi klasik memakai umur sebagai dasar untuk perkiraan
kesuburan dan survivorship,
namun umur tidak dapat menjadi indicator
status reproduktif
Dalam tumbuhan. ada 2 alasan
pokok untuk ini, yaitu :
- Ukuran
tidak perlu berkolerasi dengan umur
- Banyak
tumbuhan akan berbunga bila mereka mencapai ukuran
tertentu
tanpa memandang umurnya.
Daya
Dukung (carrying capasity) Lingkungan
![]() |

Nilai K dalam grafik sekitar
1.6 juta
K =daya dukung lingkungan
b. Peraturan Populasi Dependen Densitas
Peraturan populsi dependen densitas ialah: jumlah individu per
satuan area tertentu yang keberadaannya dipengaruhi oleh keadaan2 yang
mempengaruhinya
c. Populasi Dependen Lebat.
Populasi dependen
lebat ialah: Populasi dependen lebat adalah ukuran populasi yang selalu
bertambah seperti yang diramal oleh kebanyakan model pertumbuhan populasi,
populasi ini bergantung pada dependen densitas yang berubah dalam survival atau
laju produksi karena jumlah populasi menjadi lebih besar. Kita tahu bahwa hukum
Yield konstan di mana tumbuhan bertanggap terhadap kelebatan tidak hanya oleh
densitas tetapi juga terhadap individu. Hal ini lebih akurat untuk mengatakan
bahwa populasi tumbuhan lebih bersifat dependen lebat daripada dependen
densitas.d. Stadia VS Umur
d.Teori demografi klasik
Teori Demografi
Klasik memakai umur sebagai dasar untuk perkiraan kesuburan dan survivorship,
namun umur tidak dapat menjadi indicator
status reproduktif
Dalam tumbuhan.
ada 2 alasan pokok untuk ini, yaitu :
- Ukuran
tidak perlu berkolerasi dengan umur
- Banyak
tumbuhan akan berbunga bila mereka mencapai ukuran tertentu tanpa
memandang
umurnya
e. Tabel Hidup
Ada dua macam tabel hidup tergantung lama hidup individu dalam
populasi :
1.
Suatu tabel dinamis. Digunakan
pengamat untuk mengikuti pertumbuhan perkecambahan pada waktu tertentu sampai
semua individu mati
2.
Tabel hidup statis. Tabel yang
mengukur struktur umur suatu populasi untuk memperkirakan pola survival
berbagai grup umur pada suatu populasi.
a.
Tipe 1: kurva survivorship
adalah karakteristik organisme dengan mortalitas rendah dalam stadia muda dan
mortalitas cepat dalam umur tua.
b.
Tipe 2 : garis lurus, dimana
probabilitas kematian pada pokoknya sama pada sembarang umur.
c.
Tipe 3 : tipikal organisme yang
mempunyai laju mortalitas muda tinggi.
f. Fekunditas
Biasa juga disebut umur spesifik laju kelahiran individu atau natalitas yang diukur dengan menghitung jumlah total biji yang dihasilkan selama tiap interval umur dan dibagi dengan jumlah individu yang hidup.
Biasa juga disebut umur spesifik laju kelahiran individu atau natalitas yang diukur dengan menghitung jumlah total biji yang dihasilkan selama tiap interval umur dan dibagi dengan jumlah individu yang hidup.
Pertumbuhan populasi merupakan proses sentral di dalam ekologi.
Karena tidak ada populasi yang tumbuh secara terus menerus maka kita
mengetrahui adanya pengaturan populasi. Interaksi spesies seperti predator,
kompetisi, herbivory dan penyakit berdampak terhadap pertumbuhan, dan
pertumbuhan populasi menghasilkan perubahan dalam struktur komunitas. Oleh
karena itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana suatu populasi tumbuh.
Populasi memiliki sifat-sifat (karakteristik) yang dapat diukur secara statistik dan bukan sifat daripada individu-individu penyusunnya, di antara sifat-sifat tersebut adalah kepadatan, natalitas dan mortalitas, distribusi umur, potensi biotic, penyebaran dan bentuk pertumbuhan.
Populasi memiliki sifat-sifat (karakteristik) yang dapat diukur secara statistik dan bukan sifat daripada individu-individu penyusunnya, di antara sifat-sifat tersebut adalah kepadatan, natalitas dan mortalitas, distribusi umur, potensi biotic, penyebaran dan bentuk pertumbuhan.
BAB III
KESIMPULAN
Populasi merupakan
proses sentral di dalam ekologi. Karena tidak ada populasi yang tumbuh secara
terus menerus maka kita mengetrahui adanya pengaturan populasi. Interaksi
spesies seperti predator, kompetisi, herbivory dan penyakit berdampak terhadap
pertumbuhan, dan pertumbuhan populasi menghasilkan perubahan dalam struktur
komunitas. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana suatu
populasi tumbuh.
Populasi memiliki sifat-sifat (karakteristik) yang dapat diukur secara statistik dan bukan sifat daripada individu-individu penyusunnya, di antara sifat-sifat tersebut adalah kepadatan, natalitas dan mortalitas, distribusi umur, potensi biotic, penyebaran dan bentuk pertumbuhan.
Populasi memiliki sifat-sifat (karakteristik) yang dapat diukur secara statistik dan bukan sifat daripada individu-individu penyusunnya, di antara sifat-sifat tersebut adalah kepadatan, natalitas dan mortalitas, distribusi umur, potensi biotic, penyebaran dan bentuk pertumbuhan.
DAFTAR PUSTAKA
Suwasono Heddy,Metty Kurniati,1996,Prinsip-prinsip
Dasar Ekologi,PT Raja
Grafindo Persada, Jakarta Utara.
Anugerah Nontji,1993” Laut Nusantara” Djambatan,
Jakarta
Eugene P Odum, 1996 ” Dsar-Dasar Ekologi” Gadjah
Mada University Press,
Jogyakarta
Rifqi, MA.
Ekologi Dasar; Keterbatasan, Komunitas, Nich, dan Suksesi. /journal
Seri_Ekologi. Tanggal Akses 09 April 2009.
Lumowa, sonja V.T. 2012 . Bahan Ajar Botani Tingkat Tinggi.
Universitas mulawarman:samarinda
Djara Dedhy, 2011. Makalah Ekologi Tumbuhan.
Djara Dedhy, 2011. Makalah Ekologi Tumbuhan.
Rcklefs Robert,Miller Gary L.1999:ECOLOGY,Fourth Edition
Robert W,Hegner Ph.D,Sc.D, Karl A.Stiles,M,S,Ph.D 1998:COLLEGE
ZOOLOGY.
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA




terima kasih sangat membantu :)
BalasHapus